JAKARTA - Harga beras di sejumlah daerah mengalami
kenaikan. Bahkan timbul spekulasi adanya permainan dari mafia sehingga
membuat harga beras meroket.
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron, penyebab
kenaikan harga beras salah satunya adalah karena pengaruh isu-isu
ekonomi yang dilontarkan pemerintah.
"Beras merupakan komoditas yang sangat sensitif. Isu-isu jangan
terlalu dilontarkan oleh pejabat. Salah satunya soal isu raskin (beras
miskin) dihapus yang bakal diganti dengan e-money ,ini
berimplikasi. Karena pelaku beras akan menahan berasnya," kata dia dalam
diskusi Polemik Sindo Trijaya Fm di Jakarta, Sabtu (28/2/2015).
Menurut dia, agar harga beras dapat stabil, pemerintah dalam hal ini Bulog
harus mampu untuk menjaga stok nasional dan stabilisasi harga. Karena,
hal tersebut sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun
2012.
"Dalam UU Nomor 18 tahun 2012 itu sudah tertuang jelas. Tapi sayangnya implementasinya belum tampak," tambah dia.
Sementara itu menurut Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis
(Bapokstra) Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Robert J Bintaryo, gejolak harga beras ini terjadi karena kurangnya pasokan beras untuk rakyat miskin (raskin).
"Beras raskin itu untuk 15,5 juta jiwa. Dan itu terlambat dibagikan pada bulan November-Desember. Sehingga jika itu tidak tersedia mereka tentu akan masuk ke pasar," tutup dia.
Sementara itu menurut Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis
(Bapokstra) Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Robert J Bintaryo, gejolak harga beras ini terjadi karena kurangnya pasokan beras untuk rakyat miskin (raskin).
"Beras raskin itu untuk 15,5 juta jiwa. Dan itu terlambat dibagikan pada bulan November-Desember. Sehingga jika itu tidak tersedia mereka tentu akan masuk ke pasar," tutup dia.
(rzk)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2015/02/28/320/1111818/isu-ekonomi-penyebab-kenaikan-harga-beras
Tidak ada komentar:
Posting Komentar